Sepakbola

Jurgen Klopp Petik Pelajaran Berharga dari Laga Melawan Crystal Palace

Selama menjadi pelatih Liverpool, Crystal Palace merupakan salah satu lawan yang menyisakan kenangan spesial bagi 'The Normal One'.

Jurgen Klopp menegaskan bahwa semangat para suporter akan selalu bersama dengan skuad asuhannya saat berlaga di Anfield meskipun saat ini secara fisik  tidak dapat hadir di stadion untuk mendukung tim kesayangannya tersebut berjuang meraih kemenangan demi kemenangan.

The Reds akan memainkan laga kandang pertamanya pasca jeda kompetisi dengan melakoni laga kontra Crsytal Palace dalam lanjutan Premier League pada hari Rabu (24/6) waktu setempat. Laga ini akan menjadi laga yang krusial bagi kubu The Reds, sebab raihan poin penuh di laga ini akan semakin memuluskan langkah Jordan Henderson dan kawan-kawan untuk mengamankan gelar juara Premier League musim ini.

Jelang laga nanti, Klopp pun bernostalgia ke masa awal kedatangannya di Liverpool. Selama menjadi pelatih Liverpool, Crystal Palace merupakan salah satu lawan yang menyisakan kenangan spesial bagi ‘The Normal One’. Crystal Palace menjadi tim pertama yang mampu memberikan kekalahan bagi skuad asuhan Jurgen Klopp di Anfield. Tragedi tersebut terjadi pada bulan November 2015 dimana Liverpool tidak hanya menerima kenyataan pahit yakni mengalami kekalahan pertamanya di Anfield sejak dilatih oleh Klopp namun juga harus menerima fakta banyaknya suporter yang meninggalkan bangku penonton sebelum laga berakhir.

“Jujur, di hari itu saya merasa benar-benar sendiri sebab banyak suporter yang meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir dan saya berpikir laga itu merupakan momen yang penting sebab saya jadi menyadari bahwa ada sesuatu yang harus diubah,” ujar Klopp.

“Momen tersebut bukan merupakan suatu hal yang direncanakan, tetapi itulah yang benar-benar saya rasakan pada saat itu, dan itulah yang saat ini membuat kami menjadi lebih dekat satu sama lain dan memiliki ikatan yang lebih kuat sebab sejak saat itulah kami memahami pentingnya kehadiran suporter sebagai bagian dari tim,” sambung manajer asal Jerman tersebut.

“Adanya kejadian tersebut membuat mereka berpikir “Kami tidak berada disini hanya untuk menyaksikan awal dari pertandingan ini dan melihat bagaimana hasil pertandingan ini hingga menit ke-80, namun seharusnya kami berada di sini mendukung tim kesayangan kami hingga peluit akhir pertandingan berbunyi entah itu di menit ke-95 atau menit ke-100 atau di menit berapapun itu,” kata manajer The Reds tersebut.

“Baik kami maupun para suporter dituntut untuk berubah dengan adanya momen tersebut dan hasilnya terlihat saat ini. Tim ini khususnya saya sudah tidak pernah merasa sendiri lagi termasuk dalam situasi-situasi tertentu seperti yang terjadi saat ini,” ujar ‘The Normal One’.

Saat ini, hanya 5 pemain dari momen tersebut yang masih bertahan di skuad asuhan Jurgen Klopp, termasuk Nathaniel Clyne dan Adam Lallana yang dipastikan hengkang dari Liverpool pada bursa transfer musim panas nanti. Jika dibandingkan dengan skuad pada laga tersebut, kini Liverpool sudah membuat perubahan yang besar dalam komposisi skuadnya dan berhasil membentuk skuad yang berhasil menjadi raja di Eropa dan juara dunia bahkan saat ini berpeluang mengamankan gelar juara Premier League.

Klopp pun merasa bahwa pertemuan dengan Crystal Palace pada tahun 2015 silam menjadi titik awal dari perubahan yang terjadi di skuadnya.

“Sebelum laga itu kami belum mempunyai rencana dalam jangka panjang, dan berpikir ” Kami harus menjual dia,dia,dan dia.dan kami harus mendaratkan beberapa pemain untuk menambah kekuatan tim.” Saya ingat bahwa malam itu merupakan malam yang dingin dan mencekam meskipun saya tidak begitu ingat apa yang terjadi. Satu hal yang saya ingat bahwa kejadian saat itu, dan kejadian-kejadian yang lalu menjadi salah satu dasar yang membentuk kami saat ini ,” ujar Klopp dalam sesi konferensi pers jelang laga melawan Crystal Palace.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close