Bulutangkis

Kidambi Srikanth Ungkap Masa-masa Sulit Jelang Olimpiade Dan Karirnya Yang Terus Menurun

Kidambi Srikanth pasti berpikir adalah benar pepatah lama itu, yakni mendaki puncak lebih mudah daripada tinggal di sana dalam waktu lama!

Kidambi Srikanth pasti berpikir adalah benar pepatah lama itu, yakni mendaki puncak lebih mudah daripada tinggal di sana dalam waktu lama! Nah, juara bulu tangkis ini berada di puncak dunia, peringkat nomor 1 dunia pada April 2018. Segalanya tampak sangat cerah selama fase itu. Namun kemudian, ada kemerosotan, terutama karena cedera.

Pemain yang tergolong pendiam dan santai itu berbagi pemikiran tentang perjalanannya, bagaimana ia mencapai puncak dan ke mana kariernya sekarang.

“Enam tahun sebelum saya menjadi No 1 dunia, saya ingat bahwa saya berada di peringkat 336 dunia. Kemudian, targetnya adalah berpikir untuk berada di atas 300, kemudian di 250, kemudian 200, dan seterusnya sebelum menargetkan 10 besar,” kenangnya.

“Saya melakukan perjalanan ke beberapa tempat setelah terhubung ke bulu tangkis melihat kakak lelaki saya bermain di kampung halaman saya, Guntur. Kemudian, segalanya mulai tampak berbeda ketika saya akhirnya menetap di Akademi Gopichand di Hyderabad,” ia menelusuri rutenya menjadi bintang.

“Pertama kali saya merasa bahwa saya bisa berada di sana dengan yang terbaik adalah ketika saya memenangkan Maldives Open 2012. Itu bukan gelar utama ketika Anda melihat turnamen BWF. Tapi, itu adalah satu kemenangan yang memberi saya kepercayaan diri bahwa saya bisa terus maju,” tambah Srikanth.

Srikanth mengatakan bahwa ada perubahan besar yang Ia lakukan ditahun 2017 sebelum menjadi pemain peringkat 1 dunia.

“Tahun 2017 adalah tahun yang penting. Sebab, 12 bulan itu adalah yang terbaik dalam karir saya ketika saya memenangkan empat Super Series (gelar),” kata Srikanth.

Dia adalah satu-satunya pemain India yang dapat melakukannya dan bergabung dengan kelompok para pemain legendaris dunia seperti Lin Dan, Chen Long dan juga Lee Chong Wei.

“Yah, tidak ada perubahan spesifik dalam hal permainan saya. Tapi ya, pelatihan di bawah Mulyo (Handoyo), yang membuat kami melakukan beberapa hal secara berbeda, berdampak besar pada grafik karier saya,” tandasnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close