Bulutangkis

Mantan Pemain Berharap Turnamen Domestik Bisa Menjadi Solusi Ditengah Pandemi Covid-19 Yang Terus Berlanjut

Mantan pebulutangkis nomor 10 dunia yaitu B. Chetan Anand, berpendapat bahwa keberlanjutan pandemi Covid-19 bakal berdampak serius pada masa depan olahraga.

Mantan pebulutangkis nomor 10 dunia, B. Chetan Anand merasa bahwa jika krisis pandemi Covid-19 saat ini terus berlanjut, itu akan berdampak serius pada masa depan olahraga.

“Jujur, saya tidak yakin bagaimana Federasi Badminton Dunia (BWF) berencana untuk melanjutkan kompetisi dengan anggapan bahkan jika krisis mereda sampai batas tertentu dalam waktu dekat. Dengan WHO menyatakan bahwa seseorang harus hidup dengan COVID-19 selamanya, ketakutan hanya akan bertambah,” kata juara Asian Games Selatan tiga kali itu.

Chetan juga mengimbau bahwa turnamen tanpa penonton juga bisa menjadi solusi, disamping melakukan perjalanan ke negara yang mempunyai resiko yang lebih rendah terkait pandemi Covid-19.

“Dalam skenario ini, saya merasa salah satu opsi yang lebih aman bagi BWF adalah memiliki dua atau tiga turnamen di satu tempat di negara di mana ancamannya kurang dan itu terpisah untuk sektor putra dan putri,” saran Chetan.

“Lupakan orang banyak, para pemain juga akan terlalu takut untuk melakukan perjalanan dalam keadaan tertentu,” katanya.

“Meskipun banyak faktor yang terlibat dalam perencanaan dan penjadwalan turnamen BWF, saya merasa jauh lebih mudah bagi BAI untuk memiliki turnamen domestik di India dengan membatasi entri di arena bermain. Pelatih dan pejabat dapat masuk setelah penyaringan menyeluruh, membersihkan dengan tetap menjaga jarak sosial,” jelas Chetan.

“Ini akan memastikan setidaknya ada beberapa kegiatan bulu tangkis. Tentu saja, tidak ada atlet yang mampu kehilangan tiga hingga empat bulan latihan dan paparan serius pada suatu titik waktu tertentu terutama ketika Olimpiade yang dijadwalkan akan diadakan tahun depan,” Chetan menjelaskan, yang mengelola pusat Akademi Bulu Tangkis Chetan Anand di Madhapur dan Bachupally.

Chetan, yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anaknya, juga merasa bahwa akademi akan terpukul dengan kekurangan pemain karena sebagian besar dari mereka diimpor dari Taiwan dan beberapa Negara Asia Tenggara.

“Pertahankan tingkat kebugaran minimum, tetap positif. Segalanya harus kembali normal, semoga karena saya percaya ini juga harus menjadi sebuah siklus,” tegas Chetan optimis, yang sebaliknya sibuk melakukan kelas pelatihan online harian untuk 100 peserta pelatihan di akademinya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close