Sepakbola

Sampai Patah Tangan, Stramaccioni Kenang Panasnya Derby D’Italia

Andrea Stramaccioni mengingat kembali pengalamannya saat berhasil memenangkan Derby D'Italia dengan skor 3-1 di Stadion Delle Alpi.

Mantan manajer Inter Milan, Andrea Stramaccioni mengingat kembali pengalamannya saat berhasil memenangkan Derby D’Italia dengan skor 3-1 di Stadion Delle Alpi .

“Bisa memenangkan Derby D’Italia merupakan hal yang hebat dan kemenangan besar bagi semua pemain. Itu merupakan tiga poin emas setelah awal yang buruk.” ujar Stramaccioni kepada surat kabar yang berbasis di Milan, Gazzetta dello Sport.

“Ketika itu kami memutuskan untuk bermain secara terbuka dan tidak menyangka akan kebobolan lebih dulu, meski itu jelas offside. Saya sejalan dengan hakim garis yang menyatakan gol tersebut offside, namun keputusan wasit berbeda.” kenangnya.

Stramaccioni kemudian menceritakan momen ketika dirinya membuat tangannya cedera setelah memukul kursi terlalu keras akibat tidak senang dengan keputusan wasit.

“Itu terjadi karena saya dengan keras meninju bangku setelah Lichtsteiner tidak diusir wasit. Tangan saya patah, tapi saya tidak merasakan apa-apa. Setelah di bus saat kembali ke Milan, saya mulai merasakan sakit yang luar biasa.” ujarnya.

Insiden cedera yang dialami Stramaccioni berawal ketika bek Juventus, Stephan Lichtsteiner melakukan tekel keras kepada pemain Inter Milan, Rodrigo Palacio. Padahal saat ini Lichtsteiner sudah mengantongi kartu kuning pertamanya, dan berpotensi mendapat kartu merah.

Namun wasit Paolo Tagliavento tidak memberinya kartu merah. Hal inilah yang membuat kubu Inter Milan protes, hingga Stramaccioni memukul kursi dan tangannya mengalami cedera (awalnya dikira patah tulang, namun setelah pemeriksaan hanya mengalami retakan kecil).

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close